Cara Menjurnal Reimbursement Karyawan
Bagikan
ยท 1 menit baca

Cara Menjurnal Reimbursement Karyawan

Reimbursement adalah penggantian biaya yang sebelumnya dibayar menggunakan uang pribadi karyawan untuk kepentingan perusahaan.

Contohnya:

  • Karyawan membeli tiket perjalanan dinas
  • Membayar biaya parkir atau tol untuk urusan perusahaan
  • Membeli perlengkapan kantor menggunakan uang pribadi
  • Membayar biaya operasional perusahaan terlebih dahulu

Biaya tersebut tetap merupakan beban atau aset perusahaan, meskipun awalnya dibayar oleh karyawan.

Contoh Kasus

Karyawan menggunakan uang pribadi untuk membeli:

  • Tiket perjalanan dinas: Rp1.500.000
  • Transportasi: Rp300.000
  • Biaya makan perjalanan dinas: Rp200.000

Total yang harus diganti perusahaan Rp2.000.000

Karyawan menyerahkan bukti transaksi kepada perusahaan.

Saat Biaya Diakui

Jika perusahaan belum mengganti uang karyawan:

Debit

  • Beban Perjalanan Dinas: Rp1.500.000
  • Beban Transportasi: Rp300.000
  • Beban Perjalanan/Makan: Rp200.000

Kredit

Utang kepada Karyawan: Rp2.000.000

Artinya, perusahaan sudah mengakui biaya dan memiliki kewajiban untuk mengganti uang karyawan.

Saat Reimbursement Dibayar

Ketika perusahaan mengganti Rp2.000.000 kepada karyawan:

Debit

Utang kepada Karyawan: Rp2.000.000

Kredit

Bank/Kas: Rp2.000.000

Utang kepada karyawan menjadi Rp0 setelah pembayaran.

Jika Langsung Dibayar

Jika perusahaan langsung membayar gaji dan lembur tanpa mencatat utang terlebih dahulu, jurnal dapat dibuat:

DR Beban Gaji: Rp8.000.000
DR Beban Lembur: Rp1.000.000
CR Bank: Rp8.700.000
CR Utang PPh 21: Rp300.000

Yang penting, pencatatan tetap menunjukkan:

Beban lembur + kewajiban pajak + jumlah yang benar-benar dibayarkan.

Jika Barang yang Dibeli Adalah Aset?

Tidak semua reimbursement menjadi beban.

Misalnya karyawan membeli laptop untuk perusahaan menggunakan uang pribadi sebesar Rp10.000.000.

Jika memenuhi kriteria pengakuan aset perusahaan:

Debit Aset Tetap, Laptop: Rp10.000.000
Kredit Utang kepada Karyawan: Rp10.000.000

Saat perusahaan mengganti uang karyawan:

Debit Utang kepada Karyawan: Rp10.000.000
Kredit Bank/Kas: Rp10.000.000

Jadi, yang menentukan akun debit bukan siapa yang membayar, tetapi untuk apa uang tersebut digunakan.

Reimbursement Bukan Gaji

Reimbursement tidak otomatis menjadi tambahan gaji karyawan.

Jika karyawan membeli tiket pesawat untuk perjalanan dinas dan perusahaan menggantinya sesuai biaya yang sebenarnya, transaksi tersebut merupakan penggantian biaya perusahaan.

Berbeda dengan pembayaran:

  • Gaji
  • Bonus
  • Insentif
  • Tunjangan

yang merupakan bagian dari kompensasi karyawan.

Bagaimana Jika Karyawan Belum Menyerahkan Bukti?

Perusahaan sebaiknya memiliki dokumen pendukung seperti:

  • Nota atau invoice
  • Bukti pembayaran
  • Form reimbursement
  • Tujuan pengeluaran
  • Persetujuan atasan, jika diperlukan

Jangan hanya mengandalkan keterangan lisan, terutama untuk transaksi dengan nilai material.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Reimbursement langsung dicatat sebagai beban gaji.
  • Pengeluaran pribadi karyawan yang tidak berkaitan dengan perusahaan ikut direimburse.
  • Biaya perusahaan dicatat dua kali, saat reimbursement diajukan dan saat dibayar.
  • Tidak membuat utang kepada karyawan sehingga kewajiban yang belum dibayar sulit dilacak.
  • Semua reimbursement dianggap beban, padahal sebagian pembelian dapat memenuhi kriteria sebagai aset.

Tips Pencatatan Reimbursement

  • Pisahkan akun Utang kepada Karyawan dari utang supplier.
  • Simpan bukti transaksi sebagai dasar reimbursement.
  • Catat biaya berdasarkan jenis pengeluarannya.
  • Tentukan apakah pengeluaran merupakan beban, aset, atau akun lainnya.
  • Pastikan pembayaran reimbursement mengurangi utang kepada karyawan, bukan mencatat beban untuk kedua kalinya.
  • Rekonsiliasi saldo utang karyawan secara berkala.

Bagikan ke teman kamu

Kelola pembukuan dan stok dengan mudah

Swift Accounting menyederhanakan mencatat transaksi dengan cepat dan otomatis

Mulai Sekarang
Swift Accounting