Cara Menjurnal Aset Sudah Lunas Tapi Belum Siap Dipakai
Table of Contents:
Contoh Kasus
Perusahaan membeli mesin seharga Rp120.000.000
Mesin sudah dibayar lunas pada Januari, tetapi masih harus:
- Dikirim ke lokasi pabrik
- Dipasang
- Diuji coba
- Dikalibrasi
Mesin baru siap digunakan pada Maret.
Saat Aset Dibayar
Jika aset belum siap digunakan, pembayaran tersebut tetap perlu dicatat.
Misalnya:
DR Aset Dalam Pembangunan Rp120.000.000
CR Kas/Bank Rp120.000.000
Aset sudah menjadi bagian dari aset perusahaan, tetapi belum mulai disusutkan karena belum siap digunakan.
Proses Persiapan
Misalnya perusahaan membayar biaya:
Instalasi = Rp10.000.000
Pengujian = Rp5.000.000
Jika biaya tersebut secara langsung diperlukan untuk membawa mesin ke lokasi dan kondisi agar siap digunakan, biaya tersebut dapat menjadi bagian dari biaya perolehan aset.
Jurnal:
DR Aset Dalam Pembangunan Rp15.000.000
CR Kas/Bank Rp15.000.000
Total biaya mesin:
Rp120 juta + Rp15 juta = Rp135 juta
Saat Mesin Siap Digunakan
Pada Maret, mesin sudah terpasang, diuji, dan siap digunakan.
Jika sebelumnya dicatat sebagai aset dalam pembangunan, lakukan reklasifikasi:
DR Mesin Rp135.000.000
CR Aset Dalam Pembangunan Rp135.000.000
Mulai saat mesin tersedia untuk digunakan, penyusutan mulai diperhitungkan sesuai kebijakan akuntansi perusahaan.
Kesalahan Sering Dilakukan
- Mulai menyusutkan sejak tanggal pembayaran
- Menganggap aset harus lunas dulu sebelum diakui
- Biaya instalasi dan pengujian yang memenuhi kriteria tidak dimasukkan ke biaya perolehan
- Aset dalam pembangunan tidak direklasifikasi saat sudah siap digunakan
- Tidak mencatat tanggal aset mulai siap untuk digunakan
Tips Agar Pencatatan Rapi
1. Gunakan nilai gaji bruto sebagai dasar beban gaji.
2. Pisahkan potongan PPh 21 dari pembayaran bersih kepada karyawan.
3. Catat PPh 21 sebagai utang pajak sampai disetorkan.
4. Cocokkan payroll, jurnal, dan pembayaran bank.
5. Simpan bukti pembayaran dan dokumen pajak sebagai pendukung transaksi.