Cara Menjurnal Perbaikan atau Reparasi Aset
Perbaikan aset adalah pengeluaran untuk memperbaiki kerusakan atau menjaga aset agar dapat digunakan kembali sesuai fungsinya.
Perlakuan akuntansinya tergantung pada tujuan dan dampak perbaikan tersebut.
Pertanyaan utamanya:
Apakah hanya mengembalikan kondisi normal, atau meningkatkan manfaat aset?
Table of Contents:
Perbaikan Rutin
Jika perbaikan hanya bertujuan mempertahankan aset dalam kondisi normal, umumnya dicatat sebagai beban perbaikan dan pemeliharaan.
Contoh:
Mobil perusahaan mengalami kerusakan ringan. Biaya servis Rp3.000.000.
Jurnal:
DR Beban Perbaikan Kendaraan Rp3.000.000
CR Kas/Bank Rp3.000.000
Biaya tersebut langsung memengaruhi laba periode berjalan.
Perbaikan Besar
Jika memenuhi kriteria, misalnya memberikan manfaat ekonomi masa depan dan meningkatkan kapasitas atau memperpanjang masa manfaat secara signifikan, ini dapat menjadi bagian dari nilai aset.
Contoh:
Mesin produksi direnovasi secara besar dan kapasitas produksinya meningkat secara signifikan. Biaya Rp50.000.000.
Jurnal:
DR Mesin/Aset Tetap Rp50.000.000
CR Kas/Utang Rp50.000.000
Nilai tersebut kemudian diperhitungkan dalam penyusutan sesuai kebijakan akuntansi yang berlaku.
Tips mencatat pengeluaran
Sebelum mencatat biaya perbaikan, cek:
- Apa tujuan perbaikannya?
- Apakah hanya mengembalikan fungsi normal?
- Apakah kapasitas aset meningkat?
- Apakah masa manfaat bertambah secara signifikan?
- Apakah manfaat ekonomi masa depan meningkat?
- Apakah pengeluaran memenuhi kebijakan kapitalisasi perusahaan?
Dokumentasikan alasan perlakuan akuntansinya, terutama untuk perbaikan bernilai besar.