Cara Menjurnal THR Karyawan
Bagikan
ยท 1 menit baca

Cara Menjurnal THR Karyawan

Tunjangan Hari Raya atau THR Keagamaan adalah hak pekerja yang diberikan oleh perusahaan sesuai ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.

Dalam pembukuan, THR perlu dicatat pada periode ketika kewajiban dan beban tersebut diakui, bukan sekadar berdasarkan tanggal uang ditransfer.

Contoh Kasus

Perusahaan memiliki kewajiban THR kepada karyawan sebesar Rp50.000.000.

THR belum dibayar sampai akhir periode pencatatan.

Jika kewajiban tersebut sudah harus diakui:

Jurnal:

DR Beban THR Karyawan Rp50.000.000
CR Utang THR Karyawan Rp50.000.000

Perusahaan sekarang memiliki utang THR Rp50 juta.

Saat THR Dibayarkan

Misalnya perusahaan kemudian membayar THR sebesar Rp50.000.000

Jurnal:

DR Utang THR Karyawan Rp50.000.000
CR Kas/Bank Rp50.000.000

Utang THR menjadi lunas.

Perhatikan:

Beban THR tidak dicatat lagi saat pembayaran, karena bebannya sudah diakui sebelumnya.

Jika THR Langsung Dibayar

Jika kewajiban dan pembayaran terjadi pada saat yang sama, pencatatan dapat langsung dilakukan:

DR Beban THR Karyawan Rp50.000.000
CR Kas/Bank Rp50.000.000

Tidak perlu membuat utang THR terlebih dahulu jika memang tidak ada saldo kewajiban yang perlu dicatat pada tanggal tersebut.

Jika THR Dipotong Pajak

THR merupakan bagian dari penghasilan yang dapat memiliki konsekuensi PPh 21. Perhitungan PPh 21 aktual bergantung pada kondisi karyawan dan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Misalnya secara sederhana:
THR bruto = Rp50.000.000
PPh 21 dipotong = Rp2.000.000
THR bersih dibayar = Rp48.000.000

Jika dicatat saat pembayaran:
DR Utang THR Rp50.000.000
CR Kas/Bank Rp48.000.000
CR Utang PPh 21 Rp2.000.000

Kemudian saat PPh 21 disetorkan:
DR Utang PPh 21 Rp2.000.000
CR Kas/Bank Rp2.000.000

PPh 21 yang dipotong dari karyawan bukan otomatis menjadi tambahan beban perusahaan.

Tips Agar Pencatatan Rapi

Sebelum mencatat, pastikan:

  1. Hitung THR sesuai ketentuan yang berlaku.
  2. Tentukan kapan kewajiban dan beban harus diakui.
  3. Bedakan THR bruto dengan jumlah yang diterima karyawan.
  4. Catat PPh 21 yang dipotong secara terpisah jika berlaku.
  5. Cocokkan jurnal dengan payroll dan mutasi bank.
  6. Pastikan saldo Utang THR menjadi nol setelah seluruh kewajiban dibayar.

Bagikan ke teman kamu

Kelola pembukuan dan stok dengan mudah

Swift Accounting menyederhanakan mencatat transaksi dengan cepat dan otomatis

Mulai Sekarang
Swift Accounting