Cara Menjurnal Aset Tetap Yang Dibangun Sendiri
Bagikan
ยท 1 menit baca

Cara Menjurnal Aset Tetap Yang Dibangun Sendiri

Aset Tetap yang Dibangun Sendiri adalah aset yang dibuat atau dikonstruksi oleh perusahaan untuk digunakan dalam kegiatan usaha, bukan untuk dijual kembali sebagai barang dagangan.

Contoh:

Perusahaan membangun gudang sendiri dengan total biaya Rp500.000.000

Gudang tersebut akan digunakan untuk menyimpan persediaan perusahaan.

Biaya pembangunan yang memenuhi kriteria pengakuan dapat menjadi bagian dari nilai aset.

Biaya Apa Saja yang Bisa Masuk Nilai Aset?

Secara umum, biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan agar siap digunakan dapat menjadi bagian dari biaya perolehan.

Contohnya:

  • Material bangunan
  • Upah tenaga kerja langsung
  • Jasa kontraktor
  • Biaya desain atau jasa profesional yang terkait langsung
  • Biaya langsung lainnya yang memenuhi kriteria

Namun, tidak semua pengeluaran selama pembangunan otomatis menjadi aset.

Biaya yang tidak memenuhi kriteria harus diperlakukan sesuai sifatnya.

Contoh Jurnal Pembangunan Gudang

Perusahaan membangun gudang sendiri.

Selama proses pembangunan, terjadi biaya:

Material: Rp200.000.000

Upah tenaga kerja: Rp150.000.000

Jasa kontraktor: Rp100.000.000

Biaya langsung lainnya: Rp50.000.000

Total: Rp500.000.000

Contoh Jurnal

Selama gudang masih dalam proses pembangunan, pencatatan dapat menggunakan akun:

Aset dalam Pembangunan

Jurnal

DR Aset Dalam Pembangunan Rp500.000.000

CR Kas/Hutang/akun terkait Rp500.000.000

Ingat! Jangan langsung mencatat DR Gedung Rp500.000.000 jika gedung belum selesai dan belum siap digunakan.

Contoh Jurnal

Saat Pembangunan Selesai

Gudang telah selesai dan siap digunakan.

Nilai tercatat Rp500.000.000

Kemudian direklasifikasi:

DR Gedung Rp500.000.000

CR Aset Dalam Pembangunan Rp500.000.000

Setelah aset siap digunakan, penyusutan dapat mulai diperhitungkan sesuai kebijakan dan standar akuntansi yang berlaku.

Bagaimana Jika Pembangunan Belum Selesai?

Jangan memaksakan seluruh biaya menjadi akun Gedung.

Selama aset masih dalam proses pembangunan, gunakan pencatatan yang mencerminkan statusnya, misalnya:

Aset Dalam Pembangunan

Hal ini membantu membedakan aset yang Masih dibangun dengan Sudah siap digunakan

Contoh Biaya yang Perlu Diperhatikan

Misalnya perusahaan membangun gudang dan mengeluarkan Rp300 juta untuk material dan tenaga kerja langsung.

Selain itu, perusahaan mengeluarkan Rp20 juta untuk biaya administrasi umum perusahaan.

Jangan otomatis memasukkan seluruh Rp320 juta ke nilai gudang.

Biaya harus dinilai berdasarkan hubungannya secara langsung dengan pembangunan aset dan kriteria kapitalisasi yang berlaku.

Penyusutan Aset

Aset dalam pembangunan belum otomatis disusutkan hanya karena sudah ada pengeluaran.

Penyusutan umumnya dimulai ketika aset:

Sudah berada di lokasi dan kondisi yang diperlukan untuk digunakan sesuai tujuan manajemen.

Jadi:

Pembangunan โ†’ Aset Dalam Pembangunan

Siap digunakan โ†’ Reklasifikasi ke Aset Tetap

Mulai digunakan/tersedia untuk digunakan โ†’ Penyusutan sesuai ketentuan

Tips Mencatat Aset yang Dibangun Sendiri

1. Buat akun Aset Dalam Pembangunan
Pisahkan dari aset tetap yang sudah siap digunakan.
2. Kumpulkan biaya berdasarkan proyek
Misalnya berdasarkan pembangunan gudang, mesin, atau fasilitas tertentu.
3. Simpan bukti transaksi
Invoice material, kontrak, bukti pembayaran, dan dokumen pekerjaan penting untuk penelusuran.
4. Pisahkan biaya langsung dan biaya umum
Jangan memasukkan semua pengeluaran secara otomatis ke nilai aset.
5. Tentukan tanggal aset siap digunakan
Tanggal ini penting untuk menentukan kapan reklasifikasi dan penyusutan dimulai.
6. Rekonsiliasi biaya pembangunan
Pastikan saldo Aset Dalam Pembangunan sesuai dengan dokumen dan progres pekerjaan.

Bagikan ke teman kamu

Kelola pembukuan dan stok dengan mudah

Swift Accounting menyederhanakan mencatat transaksi dengan cepat dan otomatis

Mulai Sekarang
Swift Accounting