Cara Menjurnal Aset Tetap Yang Dibangun Sendiri
Aset Tetap yang Dibangun Sendiri adalah aset yang dibuat atau dikonstruksi oleh perusahaan untuk digunakan dalam kegiatan usaha, bukan untuk dijual kembali sebagai barang dagangan.
Contoh:
Perusahaan membangun gudang sendiri dengan total biaya Rp500.000.000
Gudang tersebut akan digunakan untuk menyimpan persediaan perusahaan.
Biaya pembangunan yang memenuhi kriteria pengakuan dapat menjadi bagian dari nilai aset.
Table of Contents:
Biaya Apa Saja yang Bisa Masuk Nilai Aset?
Secara umum, biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan agar siap digunakan dapat menjadi bagian dari biaya perolehan.
Contohnya:
- Material bangunan
- Upah tenaga kerja langsung
- Jasa kontraktor
- Biaya desain atau jasa profesional yang terkait langsung
- Biaya langsung lainnya yang memenuhi kriteria
Namun, tidak semua pengeluaran selama pembangunan otomatis menjadi aset.
Biaya yang tidak memenuhi kriteria harus diperlakukan sesuai sifatnya.
Contoh Jurnal Pembangunan Gudang
Perusahaan membangun gudang sendiri.
Selama proses pembangunan, terjadi biaya:
Material: Rp200.000.000
Upah tenaga kerja: Rp150.000.000
Jasa kontraktor: Rp100.000.000
Biaya langsung lainnya: Rp50.000.000
Total: Rp500.000.000
Contoh Jurnal
Selama gudang masih dalam proses pembangunan, pencatatan dapat menggunakan akun:
Aset dalam Pembangunan
Jurnal
DR Aset Dalam Pembangunan Rp500.000.000
CR Kas/Hutang/akun terkait Rp500.000.000
Ingat! Jangan langsung mencatat DR Gedung Rp500.000.000 jika gedung belum selesai dan belum siap digunakan.
Contoh Jurnal
Saat Pembangunan Selesai
Gudang telah selesai dan siap digunakan.
Nilai tercatat Rp500.000.000
Kemudian direklasifikasi:
DR Gedung Rp500.000.000
CR Aset Dalam Pembangunan Rp500.000.000
Setelah aset siap digunakan, penyusutan dapat mulai diperhitungkan sesuai kebijakan dan standar akuntansi yang berlaku.
Bagaimana Jika Pembangunan Belum Selesai?
Jangan memaksakan seluruh biaya menjadi akun Gedung.
Selama aset masih dalam proses pembangunan, gunakan pencatatan yang mencerminkan statusnya, misalnya:
Aset Dalam Pembangunan
Hal ini membantu membedakan aset yang Masih dibangun dengan Sudah siap digunakan
Contoh Biaya yang Perlu Diperhatikan
Misalnya perusahaan membangun gudang dan mengeluarkan Rp300 juta untuk material dan tenaga kerja langsung.
Selain itu, perusahaan mengeluarkan Rp20 juta untuk biaya administrasi umum perusahaan.
Jangan otomatis memasukkan seluruh Rp320 juta ke nilai gudang.
Biaya harus dinilai berdasarkan hubungannya secara langsung dengan pembangunan aset dan kriteria kapitalisasi yang berlaku.
Penyusutan Aset
Aset dalam pembangunan belum otomatis disusutkan hanya karena sudah ada pengeluaran.
Penyusutan umumnya dimulai ketika aset:
Sudah berada di lokasi dan kondisi yang diperlukan untuk digunakan sesuai tujuan manajemen.
Jadi:
Pembangunan โ Aset Dalam Pembangunan
Siap digunakan โ Reklasifikasi ke Aset Tetap
Mulai digunakan/tersedia untuk digunakan โ Penyusutan sesuai ketentuan