Cara Mencatat Jurnal: Aset Rusak Total
Bagikan
ยท 1 menit baca

Cara Mencatat Jurnal: Aset Rusak Total

Penghapusan aset adalah sebuah proses mengeluarkan aset dari pembukuan karena sudah tidak memberikan manfaat ekonomi.

Penyebabnya bisa berupa:

  • Kebakaran.
  • Bencana alam.
  • Kerusakan total.
  • Kecelakaan.
  • Hilang.
  • Tidak layak digunakan lagi.

Setelah dihapus, aset tersebut tidak lagi disajikan sebagai aset perusahaan.

Kapan Aset Harus Dihapus?

Aset dapat dihapus jika:

  • Sudah rusak total dan tidak dapat diperbaiki.
  • Biaya perbaikan lebih besar daripada manfaat yang diperoleh.
  • Musnah akibat kebakaran atau bencana.
  • Hilang dan tidak dapat ditemukan.
  • Tidak lagi dimiliki oleh perusahaan.

Langkah Sebelum Membuat Jurnal

Sebelum melakukan pencatatan, pastikan:

  • Penyebab kerusakan telah diketahui.
  • Nilai buku aset telah dihitung.
  • Akumulasi penyusutan sudah diperbarui hingga tanggal kejadian.
  • Tersedia dokumen pendukung, seperti berita acara, laporan kerusakan, atau laporan kebakaran.

Cara Menghitung Nilai Buku

Nilai Buku = Nilai Perolehan - Akumulasi Penyusutan

Nilai buku inilah yang menjadi dasar untuk menentukan apakah terjadi kerugian atau tidak saat aset dihapus.

Contoh Kasus

Sebuah mesin mengalami kebakaran.

Data aset:

  • Harga perolehan: Rp100.000.000
  • Akumulasi penyusutan: Rp70.000.000
  • Nilai buku: Rp30.000.000

Mesin tidak dapat digunakan lagi dan tidak memiliki nilai sisa.

Contoh Jurnal

Debit

Akumulasi Penyusutan Mesin: Rp70.000.000
Kerugian Penghapusan Aset: Rp30.000.000

Kredit

Mesin: Rp100.000.000

Dengan jurnal ini:

  • Aset dihapus dari neraca.
  • Akumulasi penyusutan ditutup.
  • Nilai buku yang tersisa diakui sebagai kerugian.

Bagaimana Jika Ada Klaim Asuransi?

Jika perusahaan menerima penggantian dari asuransi, pencatatannya dilakukan terpisah sesuai nilai klaim yang diterima.

Contoh:

Nilai buku aset: Rp30.000.000
Klaim asuransi diterima: Rp25.000.000

Selisih Rp5.000.000 menjadi kerugian perusahaan.

Sebaliknya, jika penggantian melebihi nilai buku, selisihnya dapat diakui sebagai keuntungan sesuai ketentuan akuntansi yang berlaku.

Tips Mengelola Aset yang Rusak Total

1. Segera Lakukan Pemeriksaan

Pastikan kondisi aset benar benar tidak dapat digunakan.

2. Hitung Nilai Buku Terlebih Dahulu

Jangan menghapus aset sebelum mengetahui nilai buku yang tersisa.

3. Lengkapi Dokumen Pendukung

Simpan berita acara, foto, laporan kerusakan, atau dokumen asuransi.

4. Hentikan Penyusutan

Setelah aset dihapus, penyusutan tidak lagi dilakukan.

5. Perbarui Daftar Inventaris

Pastikan daftar aset selalu sesuai dengan kondisi fisik di lapangan.

Bagikan ke teman kamu

Kelola pembukuan dan stok dengan mudah

Swift Accounting menyederhanakan mencatat transaksi dengan cepat dan otomatis

Mulai Sekarang
Swift Accounting