Inventaris Hilang Tapi Masih Dalam Pembukuan: Apa resiko dan solusinya
Bagikan
ยท 1 menit baca

Inventaris Hilang Tapi Masih Dalam Pembukuan: Apa resiko dan solusinya

Apa itu Inventaris

Inventaris adalah aset yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan, seperti:

  • Komputer
  • Printer
  • Mesin
  • Kendaraan operasional
  • Peralatan kantor
  • Perabot

Setiap inventaris yang memenuhi kriteria aset tetap seharusnya tercatat dalam daftar aset perusahaan beserta informasi seperti nilai perolehan, lokasi, dan kondisinya.

Hilang tapi masih tercatat

Beberapa penyebab yang sering terjadi:

  1. Tidak Ada Pemeriksaan Fisik 
    Data di pembukuan tidak pernah dibandingkan dengan kondisi sebenarnya.
  2. Aset Dipindahkan Tanpa Pencatatan 
    Inventaris berpindah ruangan, cabang, atau divisi, tetapi tidak diperbarui di daftar aset.
  3. Aset Hilang atau Dicuri 
    Inventaris sudah tidak ada, tetapi tidak pernah dilaporkan dan tetap tercatat.
  4. Aset Dibuang Tanpa Penghapusan 
    Peralatan yang rusak dibuang, namun tidak dihapus dari pembukuan.

Resikonya

  • Nilai Aset Menjadi Tidak Akurat 
    Neraca menunjukkan aset yang sebenarnya sudah tidak dimiliki perusahaan.
  • Penyusutan Tetap Berjalan 
    Aset yang sudah hilang bisa saja masih terus disusutkan sehingga beban penyusutan menjadi tidak sesuai.
  • Audit Menjadi Lebih Sulit 
    Saat dilakukan pemeriksaan, perusahaan harus menjelaskan mengapa aset yang tercatat tidak dapat ditemukan.
  • Keputusan Bisnis Bisa Keliru 
    Manajemen dapat mengira perusahaan masih memiliki aset yang sebenarnya sudah hilang atau tidak dapat digunakan.

Contoh

Perusahaan memiliki 20 laptop dalam daftar aset.

Saat dilakukan pemeriksaan fisik, ternyata hanya 18 laptop yang ditemukan.

2 laptop sudah hilang sejak tahun sebelumnya, tetapi belum pernah dilaporkan maupun dihapus dari pembukuan.

Akibatnya, nilai aset menjadi lebih besar dari kondisi sebenarnya. Penyusutan dua laptop tersebut masih terus dicatat. Data inventaris menjadi tidak benar.

Solusi

  1. Lakukan Stock Opname Aset 
    Periksa secara berkala apakah seluruh inventaris yang tercatat masih ada dan dapat digunakan.
  2. Catat Perpindahan Inventaris 
    Setiap perpindahan lokasi atau pengguna sebaiknya didokumentasikan agar riwayat aset tetap jelas.
  3. Laporkan Aset yang Hilang 
    Segera buat berita acara atau dokumen pendukung agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur perusahaan.
  4. Hapus Aset Sesuai Prosedur 
    Jika aset benar benar hilang atau tidak lagi dimiliki, lakukan penghapusan dari pembukuan sesuai kebijakan akuntansi yang berlaku.

Tips Mengelola Inventaris

  1. Beri Nomor Inventaris 
    Gunakan kode unik untuk setiap aset agar mudah dilacak.
  2. Lakukan Pemeriksaan Rutin 
    Minimal satu kali dalam setahun atau sesuai kebutuhan perusahaan.
  3. Simpan Dokumen Perubahan 
    Catat setiap pembelian, perpindahan, penjualan, atau penghapusan aset.
  4. Tetapkan Penanggung Jawab 
    Setiap aset sebaiknya memiliki pengguna atau penanggung jawab yang jelas.
  5. Cocokkan Data dan Kondisi Fisik 
    Jangan hanya mengandalkan data di pembukuan tanpa melakukan pemeriksaan langsung.

Bagikan ke teman kamu

Kelola pembukuan dan stok dengan mudah

Swift Accounting menyederhanakan mencatat transaksi dengan cepat dan otomatis

Mulai Sekarang
Swift Accounting