Inventaris Hilang Tapi Masih Dalam Pembukuan: Apa resiko dan solusinya
Table of Contents:
Apa itu Inventaris
Inventaris adalah aset yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan, seperti:
- Komputer
- Printer
- Mesin
- Kendaraan operasional
- Peralatan kantor
- Perabot
Setiap inventaris yang memenuhi kriteria aset tetap seharusnya tercatat dalam daftar aset perusahaan beserta informasi seperti nilai perolehan, lokasi, dan kondisinya.
Hilang tapi masih tercatat
Beberapa penyebab yang sering terjadi:
- Tidak Ada Pemeriksaan Fisik
Data di pembukuan tidak pernah dibandingkan dengan kondisi sebenarnya. - Aset Dipindahkan Tanpa Pencatatan
Inventaris berpindah ruangan, cabang, atau divisi, tetapi tidak diperbarui di daftar aset. - Aset Hilang atau Dicuri
Inventaris sudah tidak ada, tetapi tidak pernah dilaporkan dan tetap tercatat. - Aset Dibuang Tanpa Penghapusan
Peralatan yang rusak dibuang, namun tidak dihapus dari pembukuan.
Resikonya
- Nilai Aset Menjadi Tidak Akurat
Neraca menunjukkan aset yang sebenarnya sudah tidak dimiliki perusahaan. - Penyusutan Tetap Berjalan
Aset yang sudah hilang bisa saja masih terus disusutkan sehingga beban penyusutan menjadi tidak sesuai. - Audit Menjadi Lebih Sulit
Saat dilakukan pemeriksaan, perusahaan harus menjelaskan mengapa aset yang tercatat tidak dapat ditemukan. - Keputusan Bisnis Bisa Keliru
Manajemen dapat mengira perusahaan masih memiliki aset yang sebenarnya sudah hilang atau tidak dapat digunakan.
Contoh
Perusahaan memiliki 20 laptop dalam daftar aset.
Saat dilakukan pemeriksaan fisik, ternyata hanya 18 laptop yang ditemukan.
2 laptop sudah hilang sejak tahun sebelumnya, tetapi belum pernah dilaporkan maupun dihapus dari pembukuan.
Akibatnya, nilai aset menjadi lebih besar dari kondisi sebenarnya. Penyusutan dua laptop tersebut masih terus dicatat. Data inventaris menjadi tidak benar.
Solusi
- Lakukan Stock Opname Aset
Periksa secara berkala apakah seluruh inventaris yang tercatat masih ada dan dapat digunakan. - Catat Perpindahan Inventaris
Setiap perpindahan lokasi atau pengguna sebaiknya didokumentasikan agar riwayat aset tetap jelas. - Laporkan Aset yang Hilang
Segera buat berita acara atau dokumen pendukung agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur perusahaan. - Hapus Aset Sesuai Prosedur
Jika aset benar benar hilang atau tidak lagi dimiliki, lakukan penghapusan dari pembukuan sesuai kebijakan akuntansi yang berlaku.
Tips Mengelola Inventaris
- Beri Nomor Inventaris
Gunakan kode unik untuk setiap aset agar mudah dilacak. - Lakukan Pemeriksaan Rutin
Minimal satu kali dalam setahun atau sesuai kebutuhan perusahaan. - Simpan Dokumen Perubahan
Catat setiap pembelian, perpindahan, penjualan, atau penghapusan aset. - Tetapkan Penanggung Jawab
Setiap aset sebaiknya memiliki pengguna atau penanggung jawab yang jelas. - Cocokkan Data dan Kondisi Fisik
Jangan hanya mengandalkan data di pembukuan tanpa melakukan pemeriksaan langsung.