Kapan Sebuah Aset Harus Dihapus dari Pembukuan? Ini Caranya
Bagikan
ยท 1 menit baca

Kapan Sebuah Aset Harus Dihapus dari Pembukuan? Ini Caranya

 

Masih banyak bisnis yang menyimpan aset di pembukuan, padahal aset tersebut sudah dijual, rusak, hilang, atau tidak lagi digunakan.

Akibatnya, nilai aset di laporan keuangan menjadi lebih besar dari kondisi sebenarnya. Hal ini dapat membuat neraca tidak akurat dan mengganggu analisis kesehatan keuangan perusahaan.

Karena itu, penting mengetahui kapan sebuah aset harus dikeluarkan dari pembukuan.

Penghapusan Aset

Penghapusan aset adalah proses mengeluarkan aset dari pembukuan karena aset tersebut sudah tidak lagi dimiliki atau tidak lagi memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan.

Saat aset dihapus, perusahaan juga harus memperhitungkan nilai buku aset serta keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul dari pelepasan aset tersebut.

Kapan Aset Harus Dihapus?

1. Aset Dijual

Jika aset dijual kepada pihak lain, aset tersebut tidak lagi menjadi milik perusahaan.

Contoh:  
Mobil operasional dijual kepada perusahaan lain.  
Aset harus dikeluarkan dari pembukuan pada saat transaksi penjualan terjadi.

2. Aset Rusak dan Tidak Bisa Digunakan

Apabila aset sudah tidak dapat diperbaiki atau biaya perbaikannya tidak sebanding dengan manfaatnya.

Contoh:  
Mesin produksi rusak total akibat kebakaran.

3. Aset Hilang

Jika aset hilang dan tidak dapat ditemukan kembali.

Contoh:  
Laptop perusahaan hilang dan telah dibuat berita acara kehilangan.

4. Aset Dibuang atau Dimusnahkan

Aset yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis dapat dihapus setelah ada keputusan perusahaan.

Contoh:  
Peralatan kantor yang rusak berat dimusnahkan.

5. Aset Tidak Lagi Memberikan Manfaat Ekonomi

Walaupun masih ada secara fisik, aset yang tidak lagi dapat digunakan untuk mendukung kegiatan usaha perlu dievaluasi.

Contoh:  
Mesin lama yang sudah tidak kompatibel dengan proses produksi baru.

Contoh Sederhana

Perusahaan membeli mesin seharga Rp100.000.000.  

Akumulasi penyusutan hingga saat dijual adalah Rp80.000.000.  

Nilai buku mesin menjadi Rp20.000.000.  

Jika mesin dijual seharga Rp25.000.000, perusahaan memperoleh keuntungan sebesar Rp5.000.000.  

Sebaliknya, jika hanya terjual Rp15.000.000, perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp5.000.000.

Tips Agar Tidak Salah Mengakui Aset

  1. Lakukan Inventarisasi Secara Berkala  
    Pastikan aset yang tercatat masih benar benar dimiliki dan digunakan.
  2. Perbarui Data Saat Ada Perubahan  
    Segera catat jika aset dijual, hilang, atau dimusnahkan.
  3. Simpan Dokumen Pendukung  
    Arsipkan bukti penjualan, berita acara, atau dokumen penghapusan.
  4. Periksa Nilai Buku Sebelum Menjual Aset  
    Hal ini membantu menghitung keuntungan atau kerugian secara tepat.
  5. Tinjau Daftar Aset Setiap Akhir Periode  
    Langkah ini membantu menjaga agar laporan keuangan tetap akurat.

Bagikan ke teman kamu

Kelola pembukuan dan stok dengan mudah

Swift Accounting menyederhanakan mencatat transaksi dengan cepat dan otomatis

Mulai Sekarang
Swift Accounting